… Normal atau Caesar ??? …
January 28, 2009 at 11:50 am 6 comments
Resiko Tinggi ????
Pertanyaan yang sering ditanyakan ketika menjelang persalinan atau ketika usia kandungan sudah memasuki trimester ketiga. Yang pasti pertanyaan ini bikin deg-degan, mau melahirkan Caesar atau Normal. Kalau ditanya seperti itu pasti jawabnya ya NORMAL lah … Banyak cerita yang didapat dari ibu – ibu di kantor atau dari saudara, kakak, tante kita bahkan ibu kita. Kalau mama bilang enakan NORMAL dibandingkan CAESAR, maklum mama melahirkan ketiga anaknya dengan Jalan Normal.
Akan tetapi kemungkinan saya melahirkan Normal belum 100% terjawab “Ya” oleh dokter kandungan ku. Satu penyebabnya menurut My Docter ukuran berat “Dede” yang besar, kedua apa karena dokter melihat diriku manja kali ya so dinilai takut gak kuat nantinya, ketiga ukuran panggul. InsyaAllah minggu besok akan melakukan pemeriksaan panggul, berharap banget ukuran panggul ku besar sehingga “Dede” bisa dilahirkan dengan Normal. Walaupun Manja, insyaAllah kuatlah … tapi saya yakin bisa melahirkan NORMAL … karena jika dilihat dari artikel “Ibu Hamil Resiko Tinggi” sumber http://ibuhamil.com , jadi lebih tau mana yang lebih beresiko dan harus melahirkan dengan jalan CAESAR …
“Ibu Hamil Resiko Tinggi”
Apakah yang dimaksud Ibu hamil dengan risiko tinggi ?
Yaitu Ibu Hamil yang mengalami risiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan, bila dibandingkan dengan Ibu Hamil yang normal.
Siapakah yang termasuk Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi ?
- Ibu dengan tinggi badan kurang dari 145 cm.
- Bentuk panggul ibu yang tidak normal.
- Badan Ibu kurus pucat.
- Umur Ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
- Jumlah anak lebih dari 4 orang.
- Jarak kelahiran anak kurang dari 2 tahun.
- Adanya kesulitan pada kehamilan atau persalinan yang lalu.
- Sering terjadi keguguran sebelumnya.
- Kepala pusing hebat. Kaki bengkak.
- Perdarahan pada waktu hamil.
- Keluar air ketuban pada waktu hamil.
- Batuk-batuk lama.
Bahaya apa saja yang dapat ditimbulkan akibat Ibu hamil dengan risiko tinggi ?
- Bayi lahir belum cukup bulan.
- Bayi lahir dengan berat kahir rendah (BBLR).
- Keguguran (abortus).
- Persalinan tidak lancar / macet.
- Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan.
- Janin mati dalam kandungan.
- Ibu hamil / bersalin meninggal dunia.
- Keracunan kehamilan/kejang-kejang.
Apakah kehamilan risiko tinggi dapat dicegah ?
Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah bila gejalanya ditemukan sedini mungkin sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikinya.
Bagaimana pencegahan kehamilan risiko tinggi dapat dilakukan ?
- Dengan memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.
- Dengan mendapatkan imunisasi TT 2X.
- Bila ditemukan kelainan risiko tinggi pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.
- Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna.
Apa yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk menghindari bahaya kehamilan risiko tinggi ?
- Dengan mengenal tanda-tanda kehamilan risiko tinggi.
- Segera ke Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat bila ditemukan tanda-tanda kehamilan risiko tinggi.

1.
rina | January 28, 2009 at 4:39 pm
Normal dong….
ei masih normal juga kan?
hehehehe
2.
nadhyani | January 29, 2009 at 9:28 am
doain ya mb’ … insyaAllah ei bisa lahiran normal … miss u mb’
3.
pondokhati | February 6, 2009 at 10:02 am
Mentang mentang ibu hamil, postingnya hamiiiil mulu. he..he…. piss ei..^_^
tapi eberiting is olraight kan??
4.
nadhyani | February 6, 2009 at 10:09 am
ibnu … how are you? iya atuh pan ei lg hamil … kapan ke bogor ?
5.
ontohod | February 15, 2009 at 11:46 am
normal or sesar sama ajah dah, eh apa mendingan melahirkan di aer ya? makin pusing ya.. hahaha
buat ibu-ibu yang melahirkan pilihannya bagus semua loh, dapet bayi ato dapet surga *janji alloh*, god bless u i
6.
nadhyani | February 16, 2009 at 9:51 am
Thank’s to Mr. Ndut alias alif tib … sudah mengingatkan … so apapun nnt keputusan semua jalan adalah yang terbaik ………. thank’s ya
see u